Fungsi – Fungsi dari Protokol (ICMP, POP3, SMTP, FTP dan ARP)
Fungsi – Fungsi dari Protokol (ICMP, POP3, SMTP, FTP dan ARP)
Nim : 12184692
Nama : Rarasati Deriani
Fungsi – Fungsi dari Protokol (ICMP, POP3, SMTP, FTP dan ARP)
1. ICMP (Internet
Control Message Protocol)
Protokol yang digunakan untuk
memberikan kiriman pesan – pesan ke dalam sebuah jaringan, mulai dari
mengirimkan pesan error, pesan diterima, hubungan putus atau connection lost,
dan sebagainya. Dengan adanya protokol ini, maka jaringan akan mengetahui respon
– respon yang terjadi selama konektivitas didalam jaringan itu berlangsung.
Fungsi ICMP :
- Membantu proses error
handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan.
- Membantu control
procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan.
- Menyediakan
pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan
jaringan.
- Mendeteksi terjadinya
error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan
sebagainya.
2. POP3 (Post Office
Protocol versi 3)
Protokol yang memiliki fungsi seperti
bis surat dan digunakan di dalam e-mail client yang kita miliki untuk mengambil
dan membaca e-mail yang masuk.
Fungsi POP3 :
Protokol yang digunakan untuk
mengakses e-mail atau surat elektronik yang masuk ke dalam e-mail client.
Fungsi utama dari POP3 adalah untuk menyimpan sementara e-mail yang terkirim di
dalam sebuah e-mail server, dan kemudian meneruskannya ke dalam e-mail client,
dimana baru akan terrespon ketika e-mail tersebut sudah dibuka oleh user yang
berhak (mereka yang memegang username dan juga password dari alamat e-mail).
Penggunaan POP3 :
Protokol POP3 berguna untuk mengambil email
dari server dan menyimpan sementara diinbox masing - masing pemilik e-mail
sebelum didownload ke PC melalui aplikasi e-mail seperti Mozilla Thunderbird,
Microsoft Outlook, Eudora, dan sebagainya. Protokol POP3 akan mempermudah
user untuk mengambil e-mail. User tidak perlu mengunjungi situs
penyedia jasa e-mail, cukup dengan menginstal aplikasi e-mail client seperti
yang disebutkan diatas maka kita dapat melakukannya. Hal yang perlu
diperhatikan adalah e-mail yang kita miliki haruslah mendukung layanan protokol
POP3.
Pada penerimaan e-mail dengan menggunakan
POP3, digunakan suatu program yang dinamakan e-mail client. E-mail client
berfungsi untuk menerima e-mail – e-mail yang masuk ke komputer pengguna.
Beberapa contoh e-mail client adalah Outlook Express, Microsoft Outlook,
The Bat, Eudora, dan masih banyak lagi yang lainnya. POP3 biasanya selalu
disandingkan dengan SMTP (Simple Mail Transfer Protokol). Fungsi dari
keduanya saling mendukung, di mana POP3 digunakan untuk mengambil
e-mail dari komputer server ke komputer client (pengguna), dan SMTP
digunakan untuk mengirimkan e-mail dari komputer client yang dititipkan ke
pada komputer server untuk dikirimkan ke komputer server tujuan.
3. SMTP (Simple Mail
Transport Protocol)
Protokol untuk melakukan proses
pengiriman dan penerimaan (proses transfer sebuah surat secara elektronik),
namun dengan menggunakan sebuah acara teknis yang simple dan mudah untuk
dipaham dan diimplementasikan.
Fungsi SMTP :
Protokol yang digunakan untuk membantu user
mengirimkan surat elektronik / e-mail kepada penerima. Kita sebagai seorang
user dapat mengirimkan pesan elektronik atau e-mail kepada penerima.
Penggunaan SMTP :
Prinsip dasar dari penggunaan SMTP adalah
bahwa terdapat sebuah e-mail server yang bertugas sebagai penampung sementara
e-mail, sebelum dikirimkan ke alamat e-mail penerima.
Jadi, ketika user akan mengirimkan sebuah
e-mail, maka e-mail yang dikirimkan oleh user akan menggunakan protokol SMTP,
kemudian e-mail akan masuk ke dalam e-mail server untuk dicocokan dengan alamat
e-mail penerima. Ketika alamat e-mail penerima sudah terdeteksi cocok, maka
e-mail tersebut di kirimkan ke alamat e-mail yang dituju, dan pengirim akan
memperoleh notifikasi bahwa e-mail sudah dikirimkan ke alamat e-mail.
Apabila kita melihat hal ini, maka cara kerja
SMTP ini persis seperti cara kerja kotak pos atau bis surat yang dulu sering
kita gunakan untuk mengirimkan surat dari kota ke kota. SMTP bisa kita
analogikan sebagai sebuah bis surat atau kotak pos. Ketika kita akan
mengirimkan surat, maka kita akan memasukkan surat kita ke dalam kotak pos
tersebut, dan tukang pos akan mengambil surat kita untuk dimasukkan ke dalam
kantor pos, disortir, lalu kemudian dikirimkan ke alamat yang tertera pada
surat tersebut.
4. FTP (File Transfer
Protocol)
Protokol yang berfungsi untuk
pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP.
Dua hal pokok pada FTP yaitu FTP Server
dan FTP Client. FTP juga bisa dikatakan sebuah protokol internet yang berjalan
di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas
(file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah framework.
FTP merupakan salah satu protokol
internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini
untuk melakukan pengunduhan (download) dan pengunggahan (upload) berkas-berkas
komputer antara FTP Client dan FTP Server. FTP Client adalah sebuah aplikasi
yang dapat mengeluarkan perintah - perintah FTP ke sebuah FTP Server, sedangkan
FTP Server adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas
sebuah komputer yang merespon perintah - perintah dari sebuah FTP Client.
Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus
transfer antara biner dan ASCII, mengunggah berkas komputer ke FTP Server,
serta mengunduh berkas dari FTP Server.
Fungsi FTP :
Melakukan transfer file antara komputer
yang terhubung melalui jaringan, termasuk internet. Dalam bahasa teknis, FTP
dikenal sebagai protokol jaringan yang memungkinkan transfer file antara
komputer yang tersambung pada TCP/IP yang berbasis jaringan. Hal ini mencangkup
serangkaian peraturan dan prosedur untuk transfer data digital yang aman. FTP
juga berfungsi untuk mempermudah dalam pembagian file - file, mempercepat
secara tidak langsung atau implicyt menggunakan komputer remote, melindungi
user dari berbagai file storage system antar host.
5. ARP (Address
Resolution Protocol)
Protokol yang berfungsi memetakan IP
address menjadi MAC (Media Access Control) Address. ARP
merupakan penghubung antara datalink layer dan IP layer pada TCP/IP. Semua
komunikasi yang berbasis Ethernet menggunakan protokol ARP ini. Intinya setiap
komputer atau device yang akan berkomunikasi pasti akan melakukan transaksi
atau tukar menukar informasi terkait antara IP dan MAC Address. Setiap
transaksi akan disimpan di dalam cache OS kita. Namun protokol ini punya
kelemahan serius, karena setiap komputer bisa saja memberikan transaksi ARP
yang dimanipulasi. Dengan merubah MAC address yang sesungguhnya, kelemahan ini
dimanfaatkan untuk jenis serangan ARP Poisoning atau ARP Spoofing atau Man In
The Middle Attack.
Fungsi ARP :
Untuk meningkatkan
keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa didapat secara dinamik. Namun untuk
meningkatkan keamanan, kita dapat memasukkan ARP statis secara manual. Dengan
hanya membolehkan sebuah router me-reply hanya untuk masukan ARP statis pada
tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di belakang router,
yang hanya untuk IP Address atau Mac Address dengan kombinasi.
Penggunaan ARP :
ARP bekerja dengan
mengirimkan paket berisi IP address yang ingin diketahui alamat Ethernetnya ke
alamat Broadcast Ethernet, dan semua Ethernet Card akan mendengar paket ini.
Host yang merasa memiliki IP Address ini akan membalas paket tersebut dengan
memgirimkan paket yang berisi pasangan IP Address dan Ethternet Address. Untuk
menghindari seringnya permintaan seperti ini, jawaban ini disimpan di memori
(ARP cache) untuk sementara waktu.
Misalnya, jika suatu
host dengan IP Address A mengirim paket ke host dengan IP Address B pada
jaringan lokal. Host pengirim memeriksa dulu ARP cachenya adakah MAC Address
untuk host dengan IP Address B.
Jika tidak ada, ARP
akan mengirimkan paket ke alamat Broadcast (sehingga seluruh anggota jaringan
mendengarnya). Paket ini berisi pertanyaan : "Siapakah pemilik IP Address
B dan berapakah MAC Addressnya? ". Dalam paket ini juga disertakan IP
Address A beserta MAC Addressnya.
Setiap host di
jaringan lokal menerima request tersebut dan memeriksa IP Address
masing-masing. Jika ia merasa paket tersebut bukan untuknya, dia tidak akan
menjawab pertannyaan tersebut. Host dengan IP Address B yang mendengar request
tersebut akan mengirim IP Address beserta MAC Address - nya ke host penanya.
Kelebihan dan Kekurangan IPv4 &
IPv6
Kelebihan dan
Kekurangan IPv4 & IPv6
1. Internet Protokol versi 4
Kelebihan :
- Tidak mensyaratkan
ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran
576 byte.
- Pengelolaan rute
informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya
bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router,
menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut
dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.
Kekurangan
:
- Panjang alamat 32 bit
(4bytes).
- Dikonfigurasi secara
manual atau DHCP IPv4.
- Dukungan terhadap
IPSec opsional.
- Fragmentasi dilakukan
oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
- IPv4 yang hanya
memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai
4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada
kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi,
sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.
2. Internet Protokol
versi 6
Kelebihan :
- Format header
baru. Header baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4 (karena
memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan
beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
- Jumlah alamat yang
jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak
128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan
alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk
keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak
perlu lagi digunakan.
- Infrastruktur routing
dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6 yang
hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga.
Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai
mode teknologi transmisi.
- Kemampuan
Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration.
Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis
mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan
mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local)
tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan
konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan
karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan
terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan
memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam
konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan
tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default
bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan
efisien.
- Keamanan yang sudah
menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional
maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah
bisa secara langsung diamankan pada layer network.
- Dukungan yang
lebih bagus untuk QoS. Adanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk
mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik
membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari
paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
- Berbagai protokol
baru untuk keperluan interaksi antar node.
Adanya protokol baru misalnya Network Discovery
dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan
komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam jaringan.
- Ekstensibilitas.
Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan
lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension head.
Kekurangan :
- Operasi IPv6
membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang
mendukungnya.
- Harus
ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan
IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.
PERRBANDINGAN IPv4
DAN IPv6
IPv4
|
IPv6
|
Pengalamatan
lebih sedikit.
|
Memungkinkan
pengalamatan lebih banyak.
|
Panjang
alamat 32 bit (4 bytes)
|
Panjang
alamat 128 bit (16 bytes)
|
Dikonfigurasi
secara manual atau DHCP
|
IPv4
Tidak harus dikonfigurasi secara manual, bisa menggunakan address
autoconfiguration
|
Dukungan
terhadap IPSec opsional
|
Dukungan
terhadap IPSec dibutuhkan
|
Header
mengandung option.
|
Data
opsional dimasukkan seluruhnya ke dalam extensions header.
|
Tidak
mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali
paket berukuran 576 byte.
|
Paket
link-layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun
kembali paket berukuran 1500 byte |
Fragmentasi
dilakukan oleh pengirim dan ada router, menurunkan kinerja router.
|
Fragmentasi
dilakukan hanya oleh pengirim.
|
Checksum
termasuk pada header.
|
Cheksum
tidak masuk dalam header.
|
Menggunakan
ARP Request secara broadcast untuk menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat
link-layer. |
ARP
Request telah digantikan oleh Neighbor Solitcitation secara multicast.
|
Untuk
mengelola keanggotaan grup pada subnet lokal digunakan Internet Group
Management Protocol (IGMP).
|
IGMP
telah digantikan fungsinya oleh
|
Komentar
Posting Komentar